Dari sebuah cerita yang penuh makna menjadi sebuah arti dalam kehidupan untuk menjadi yang lebih baik dari kehidupan masa lalu yg usai terlewati. Semua cerita kehidupan mempunyai makna yang sangat berarti, namun semua itu terkadang tak pernah kau sadari hingga kau tau bahwa hidupmu itu sangat berarti.
Oke, kali ini aku akan bercerita tentang bermain sepak bola di masa kecilku. Saat itu main sepak bola adalah mainan favorit dikalangan anak2 dimasaku. Di setiap pulang sekolah setelah ganti baju langsung menuju lapangan untuk bermain sepak bola. Karena setiap pulang bajuku kotor terkena lumpur aku dilarang bermain sepak bola. Sangat disayangkan dulu iklan Rinso belum ada, jadi aku tidak bisa berkata berani kotor itu baik :(
Di suatu ketika aku ditantang taruhan main sepak bola, masing2 tim terdiri dari 3 orang. Untuk memilih orang dilakukan dengan suit. Siapa yg menang dlam suit dapat memilih duluan pemain terbaik dari orang disitu. Aku selalu menang dalam suit jadi aku mempunyai teman yg pintar bermain sepak bola dalam tim ku. Pertandingan pun dimulai, saat bola mulai dioperkan aku yakin bahwa akan menang dengan mudah. Namun pada akhirnya aku kalah.
Aku kalah taruhan Rp 1.500 saat itu, aku baru sadar semua itu adalah kesalahanku dari awal memilih pemain. Pemain yang aku pilih memang dia pintar dalam memainkan bola, namun sayangnya dia tidak dapat berkerja dengan tim atau kelompok. Jadi dia hanya pintar dalam konteks individual.
Penutup Post : Pepatah belajarlah dari kesalahan itu salah, jangan pernah belajar dari kesalahan. Sudah tau salah masih dipelajari. =D
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Juli 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Kenyataan dan Khayalan 5
Permainan dimulai, saat temanku menjaga telur tiba2 kejadian aneh muncul. Telur yang dijaganya pecah dan lahirlah seekor naga. Naga itu muncul dari dalam batu lalu menyemburkan api ke kami. Kami pun berteriak lari ketakutan akan hal itu. Kami bersama2 mengusir naga itu dengan melempari batu kepadanya. Akhirnya naga itu terbang pergi ke gunung Lawu. Pada kejadian ini menimbulkan kerusakan parah pada rumah warga, 10 rumah hancur terbakar sampai rata dengan tanah dan 5 rumah rusak ringan.
Akibat dari munculnya naga itu sangat merugikan kami semua, karena naga itu telah . . .
telah. . . menghancurkan . . .
dan . . .
menghentikan permainan kami.
Oy aku jadi inget waktu pertama kali aku makan buskuat, aku termakan oleh iklan di televisi. Sebelum aku makan buskuat aku coba lari memutari lapangan. Setelah itu aku makan biskuat, terus caba lari lagi. Aku kira berubah jadi macan n lariku tambah cepet tp kenyataannya sama aja. Saat itulah aku mulai sadar bahwa iklan di televisi itu pembodohan. Kalian tau iklan susu ber bren, ini iklan susu logo depannya beruang, di iklan tv pake naga. Padahal itu susu sapi -_-. Aku terkadang bingung dengan iklan yang ada di televisi. Tapi mendinglah naga yang ada di iklan ini dari pada naga yang ada di Indisoar.
Akhirnya setelah beberapa lama aku tahu penyebab naganya seperti itu. Itu semua disebabkan oleh produser yang membayar animator dengan gaji yang sangat kecil, tp katanya sih. Makanya animator Indonesia banyak yang keluar negeri. Tahu tdk klo animator Indonesia ada yang berperan dalam pembuatan film animasi Madagascar? Keren lho.
Eh bentar ini keluar cerita udah trlalu jauh. Oke lanjut. . .
karena permainan kami terhentikan, aku cukupkan Kenyataan dan Khayalan ini sampai disini.
Tamat
Pesan : mungkin ending yang kurang jelas tp Sekian terimakasih karena telah menyempatkan melihat antara langit sejenak
Akibat dari munculnya naga itu sangat merugikan kami semua, karena naga itu telah . . .
telah. . . menghancurkan . . .
dan . . .
menghentikan permainan kami.
Oy aku jadi inget waktu pertama kali aku makan buskuat, aku termakan oleh iklan di televisi. Sebelum aku makan buskuat aku coba lari memutari lapangan. Setelah itu aku makan biskuat, terus caba lari lagi. Aku kira berubah jadi macan n lariku tambah cepet tp kenyataannya sama aja. Saat itulah aku mulai sadar bahwa iklan di televisi itu pembodohan. Kalian tau iklan susu ber bren, ini iklan susu logo depannya beruang, di iklan tv pake naga. Padahal itu susu sapi -_-. Aku terkadang bingung dengan iklan yang ada di televisi. Tapi mendinglah naga yang ada di iklan ini dari pada naga yang ada di Indisoar.
Akhirnya setelah beberapa lama aku tahu penyebab naganya seperti itu. Itu semua disebabkan oleh produser yang membayar animator dengan gaji yang sangat kecil, tp katanya sih. Makanya animator Indonesia banyak yang keluar negeri. Tahu tdk klo animator Indonesia ada yang berperan dalam pembuatan film animasi Madagascar? Keren lho.
Eh bentar ini keluar cerita udah trlalu jauh. Oke lanjut. . .
karena permainan kami terhentikan, aku cukupkan Kenyataan dan Khayalan ini sampai disini.
Tamat
Pesan : mungkin ending yang kurang jelas tp Sekian terimakasih karena telah menyempatkan melihat antara langit sejenak
Selasa, 31 Desember 2013
Jadilah Pelukis yang Baik
Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis,
pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis,
anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya
sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.
Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan
melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan
harus semirip mungkin dengan ular dan
secepat mungkin menyelesaikan lukisan.
Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir
di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis nya.
Ketika aba aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis.
Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis
seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum
menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan
empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang,
ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar
dari mulut ular tersebut.
Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta
lain belum menyelesaikan tugas mereka.
Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak
dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas,
sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi
walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas.
Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.
Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti
anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan
pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.
Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah
tersinggung, kadang kita terlalu bertele tele ketika memberikan pendelegasian,
kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya,
kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu menyebabkan karya kita
bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api
dalam mulutnya.
Sumber : nemu dilaptop kakak dan tidak tahu siapa yg buat
pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis,
anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya
sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.
Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan
melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan
harus semirip mungkin dengan ular dan
secepat mungkin menyelesaikan lukisan.
Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir
di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis nya.
Ketika aba aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis.
Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis
seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum
menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan
empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang,
ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar
dari mulut ular tersebut.
Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta
lain belum menyelesaikan tugas mereka.
Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak
dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas,
sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi
walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas.
Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.
Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti
anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan
pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.
Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah
tersinggung, kadang kita terlalu bertele tele ketika memberikan pendelegasian,
kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya,
kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu menyebabkan karya kita
bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api
dalam mulutnya.
Sumber : nemu dilaptop kakak dan tidak tahu siapa yg buat
Senin, 30 Desember 2013
Manajemen Waktu
Suatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicara
didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai
ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para
siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata,
"Baiklah, sekarang waktunya kuis."
Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu galon
yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas
meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu
berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan
hati-hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas
dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke
dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah
penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah."
Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari
bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan
kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit
mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu
mendapat tempat diantara celah2 batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah
toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin
belum", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya Kembali dia meraih kebawah meja dan
mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan
pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah
langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil
dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah
penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan
air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh
hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para
siswanya dan bertanya, "Apakah maksud dari ilustrasi
ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab,
"Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu
berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain
kedalamnya"
"Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg
pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke
dalam toples sama sekali.
Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-
anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi,
persahabatanmu, pendidikanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal
yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Hobbymu.
Waktu untuk dirimu sendiri. Kesehatanmu. Ingatlah
untuk selalu meletakkan batu-batu besar ini sebagai yg
pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk
melakukannya.
"Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan
pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu
dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu
berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal
besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidupmu."
sumber : nemu dilaptop kakak dan tidak tahu siapa yg buat
didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai
ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para
siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata,
"Baiklah, sekarang waktunya kuis."
Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu galon
yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas
meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu
berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan
hati-hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas
dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke
dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah
penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah."
Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari
bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan
kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit
mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu
mendapat tempat diantara celah2 batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah
toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin
belum", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya Kembali dia meraih kebawah meja dan
mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan
pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah
langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil
dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah
penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan
air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh
hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para
siswanya dan bertanya, "Apakah maksud dari ilustrasi
ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab,
"Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu
berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain
kedalamnya"
"Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg
pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke
dalam toples sama sekali.
Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-
anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi,
persahabatanmu, pendidikanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal
yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Hobbymu.
Waktu untuk dirimu sendiri. Kesehatanmu. Ingatlah
untuk selalu meletakkan batu-batu besar ini sebagai yg
pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk
melakukannya.
"Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan
pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu
dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu
berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal
besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidupmu."
sumber : nemu dilaptop kakak dan tidak tahu siapa yg buat
Jumat, 27 Desember 2013
Kisah Pohon Apel
![]() |
| Gambar : dreamstime.com |
senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang
memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di
keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai
pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil
itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu
hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi."jawab anak
lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya
uang untuk membelinya.
"Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi
kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa
mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang
ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu
anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang
melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu."Aku harus bekerja untuk
keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau
menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua
dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel. Kemudian
anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan
pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku."
kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua
dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah
kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang
tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah
berlayar dan bersenang- senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong
batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu
pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel
lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk
mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki
batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel. "Sekarang,
aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-
benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata
pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah
setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan
beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan
beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan
akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil
meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua
kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu
kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya
datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak
peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk
memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat
kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang
tua kita.
Dan, yang
terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita
sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh
hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
sumber : buku karangan Shel Silverstein yang berjudul The Giving Tree.
Rabu, 25 Desember 2013
Cinta = Bus
Sebuah bis datang, dan kau bilang "wah... terlalu
penuh, nggak bisa duduk nih! Aku nunggu bis
berikutnya saja"
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan
berkata,"Aduh bisnya sudah tua dan jelek
begini....nggak mau ah...."
Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak
melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong,
kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada
AC nih, gua bisa kepanasan", maka kamu membiarkan
bis ketiga pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu
bisa terlambat pergi kerja. Ketika bis kelima
datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau
kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya
bukan menuju kantormu!!!!
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang
menunggu orang yang benar-benar "ideal" untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan
kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk
"calon", tapi tidak ada salahnya juga memberi
kesempatan kepada "bis" yang berhenti di depan kita
(tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).
Apabila ternyata memang "bis" itu tidak cocok, kita
masih bisa berteriak, "Kiri" dan keluar dari bis.
Maka memberi kesempatan pada "bis", semuanya
bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus
"jalan kaki menuju kantor" dalam arti meneruskan
hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar
menemukan bis yang "kosong, masih baru, dan ber-AC,
dan tentunya sejurusan", kita harus berusaha sekuat
tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk
ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah
suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti
tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.
sumber : nemu dilaptop kakak
penuh, nggak bisa duduk nih! Aku nunggu bis
berikutnya saja"
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan
berkata,"Aduh bisnya sudah tua dan jelek
begini....nggak mau ah...."
Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak
melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong,
kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada
AC nih, gua bisa kepanasan", maka kamu membiarkan
bis ketiga pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu
bisa terlambat pergi kerja. Ketika bis kelima
datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau
kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya
bukan menuju kantormu!!!!
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang
menunggu orang yang benar-benar "ideal" untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan
kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk
"calon", tapi tidak ada salahnya juga memberi
kesempatan kepada "bis" yang berhenti di depan kita
(tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).
Apabila ternyata memang "bis" itu tidak cocok, kita
masih bisa berteriak, "Kiri" dan keluar dari bis.
Maka memberi kesempatan pada "bis", semuanya
bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus
"jalan kaki menuju kantor" dalam arti meneruskan
hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar
menemukan bis yang "kosong, masih baru, dan ber-AC,
dan tentunya sejurusan", kita harus berusaha sekuat
tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk
ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah
suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti
tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.
sumber : nemu dilaptop kakak
Minggu, 17 November 2013
Kisah Perjalanan Panjang Hidup Ini
Ini adalah sebuah cerita tentang perjalanan hidup dari seorang pemuda hebat yang berasal dari daerah yang kurang begitu dikenal oleh halayak orang didunia. Sejak kecil dia sudah ditanamkan tentang nilai2 kehidupan yang ada dibumi ini pleh kedua orangtuanya. Dia tumbuh besar dan menjadi seorang pemuda yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Dari kisah ini semua cerita tentang perjalanannya akan dimulai.
Pembukaan cerita ini mungkin tidak menyangkut dengan isi ceritanya, jadi baca dengan baik ya. Pada intinya aku kali ini akan menceritakan tentang kisahku dalam melakukan perjalanan untuk mencapai cita2ku. Aku akan bercerita tentang kisah kecil tentang masa lalu yang telah aku lalui.
Pada saat itu aku berumur 5 tahun, aku mencari jambu biji milik tetanggaku dan aku bungkus dengan plastik. Dari setiap plastiknya terdiri dari 2 buah jambu, kira2 totalnya berjumlah 10 plastik. Lalu aku jual perplastiknya 300 rupiah, namun sayang dari teman-temanku tidak ada yg mau membeli. Mungkin karena mereka tidak mempunyai uang untuk membelinya. Karena didaerahku masih banyak keluarga kurang mampu. Akhirnya aku putuskan untuk merobek plastik itu lalu memakannya bersama teman2ku. Dari situ lah aku berfikir bahwa target pasar itu sangatlah penting, kita harus mengetahui target sasaran yang kita tuju. Jangan asal menjual tanpa mengetahui keadaan pasar. Pelajari terlebih dahulu siapa target pasar kita, apa yang mereka butuhkan? Target pasar itu dapat dipecah menjadi berbagai macam. Contohnya dari segi kelas ekonomi, kelas usia, kelas jenjang studi dan sebagainya. Dari kelas ekonomi terdiri dari bawah, menengah kebawah, menengah, menengah keatas, keatas atas. Rincian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa target jumlah konsumen menengah kebawah < menengah < menengah keatas < keatas atas. Jadi jika kita ambil target menengah kebawah kita mempunyai jumlah konsumen yang banyak. Namun disamping itu produk yg dijual haruslah terjangkau bagi tingkatan tersebut. Sehingga akan menekan biaya produksi dan laba yang kita ambil. Sebenarnya itu berbanding lurus dengan target yang kita pilih. Sekarang kita coba ambil target keatas atas, disana mempunyai jumlah konsumen yang sedikit namun mempunyai ekonomi yg baik. Jadi kita dapat mengambil laba dengan semaksimal mungkin. Jadi menurutku sama aja sedikit(laba) x banyak(konsumen) = banyak(laba) x sedikit(konsumen). Semua itu tergantung dari dalam diri kita dalam mengatur strategi dan perhitungan dalam memilih target pasar yang dipilih. Oiya hampir lupa klo kita memilih target menengah kebawah itu berarti produk kita juga terjangkau untuk tingkatan diatasnya. Jadi kita dapat mencangkup semua tingkatan yang ada, namun tetaplah memprioritaskan produk itu kepada tingkatan tertentu.
Keunggulan dari target menengah kebawah adalah cash flow cepat berputar, namun laba yang didapat minim. Sementara dari target menengah keatas adalah cash flownya berputar lambat, namun sekali produk tersebut terjual akan mendapatkan laba yang maksimal.
To Be Continued. . . .
Penutup Post :
Sepatah kata mungkin kurang bermakna, namun sebuah kisah akan menjelaskan semua
#antaralangit
Pembukaan cerita ini mungkin tidak menyangkut dengan isi ceritanya, jadi baca dengan baik ya. Pada intinya aku kali ini akan menceritakan tentang kisahku dalam melakukan perjalanan untuk mencapai cita2ku. Aku akan bercerita tentang kisah kecil tentang masa lalu yang telah aku lalui.
Pada saat itu aku berumur 5 tahun, aku mencari jambu biji milik tetanggaku dan aku bungkus dengan plastik. Dari setiap plastiknya terdiri dari 2 buah jambu, kira2 totalnya berjumlah 10 plastik. Lalu aku jual perplastiknya 300 rupiah, namun sayang dari teman-temanku tidak ada yg mau membeli. Mungkin karena mereka tidak mempunyai uang untuk membelinya. Karena didaerahku masih banyak keluarga kurang mampu. Akhirnya aku putuskan untuk merobek plastik itu lalu memakannya bersama teman2ku. Dari situ lah aku berfikir bahwa target pasar itu sangatlah penting, kita harus mengetahui target sasaran yang kita tuju. Jangan asal menjual tanpa mengetahui keadaan pasar. Pelajari terlebih dahulu siapa target pasar kita, apa yang mereka butuhkan? Target pasar itu dapat dipecah menjadi berbagai macam. Contohnya dari segi kelas ekonomi, kelas usia, kelas jenjang studi dan sebagainya. Dari kelas ekonomi terdiri dari bawah, menengah kebawah, menengah, menengah keatas, keatas atas. Rincian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa target jumlah konsumen menengah kebawah < menengah < menengah keatas < keatas atas. Jadi jika kita ambil target menengah kebawah kita mempunyai jumlah konsumen yang banyak. Namun disamping itu produk yg dijual haruslah terjangkau bagi tingkatan tersebut. Sehingga akan menekan biaya produksi dan laba yang kita ambil. Sebenarnya itu berbanding lurus dengan target yang kita pilih. Sekarang kita coba ambil target keatas atas, disana mempunyai jumlah konsumen yang sedikit namun mempunyai ekonomi yg baik. Jadi kita dapat mengambil laba dengan semaksimal mungkin. Jadi menurutku sama aja sedikit(laba) x banyak(konsumen) = banyak(laba) x sedikit(konsumen). Semua itu tergantung dari dalam diri kita dalam mengatur strategi dan perhitungan dalam memilih target pasar yang dipilih. Oiya hampir lupa klo kita memilih target menengah kebawah itu berarti produk kita juga terjangkau untuk tingkatan diatasnya. Jadi kita dapat mencangkup semua tingkatan yang ada, namun tetaplah memprioritaskan produk itu kepada tingkatan tertentu.
Keunggulan dari target menengah kebawah adalah cash flow cepat berputar, namun laba yang didapat minim. Sementara dari target menengah keatas adalah cash flownya berputar lambat, namun sekali produk tersebut terjual akan mendapatkan laba yang maksimal.
To Be Continued. . . .
Penutup Post :
Sepatah kata mungkin kurang bermakna, namun sebuah kisah akan menjelaskan semua
#antaralangit
Minggu, 13 Oktober 2013
Who am I??
Perkenalkan nama saya Saiful Afandi
Wahyu Wibisono, biasa dipanggil Saiful saat di wilayah kampus Universitas
Gadjah Mada. Tapi kalau dirumah aku biasa dipanggil Afandi. Entah mengapa
panggilanku bisa berubah dengan seiringnya waktu. Mungkin dikarenakan orang
biasa memanggil nama dari nama depan. Nama itu diberikan oleh kedua orang tuaku
dengan penuh arti dan cinta. Saiful yang berarti Pedang, Afandi yang berarti
Affandi pelukis yang terkenal dan legendaries itu, Wahyu itu wahyu dan Wibisono
itu nama dari sebuah tokoh wayang yang bernama wibisono yang mempunyai watak
baik hati dan tidak sombong di cerita Ramayana. Karena namaku Afandi jadi aku
juga lumayan suka menggambar, dulu waktu SD aku sangat jago sekali dalam
menggambar pemandangan. Saat teman-temanku masih sibuk dengan menggambar dua
gunung dan sebuah matahari di tengah-tengahnya yang dihiasi dengan rumah
berantena dengan 1 pintu dan 1 cendela , aku sudah dapat menggambar pemandangan
air terjun saat itu.
To be continued.....
Oya kok sekarang blogku loadingnya lama ya -_-"
Penutup : "Semua itu bermakna, namun tidak semua dapat diungkapkan"
Saya dilahirkan di Sragen, dan
bertempat tinggal juga di Sragen. Tepatnya alamat rumah saya di Mojo Kulon RT 1
RW 7 di Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen dengan berkode POS 57212. Namun
jarang sekali yang mengetahui letak daerah Sragen itu. Sragen itu terletak di
Provinsi Jawa Tengah, Sragen terkenal dengan Museum Purbakalanya yaitu Museum
Sangiran. Di Sragen juga ada tempat wisata Pemandian Air Panas yang terletak di
desa Sambirejo yang bernama Pemandian Air Panas Bayanan.
Saya itu adalah anak ke tiga dari
tiga bersaudara yang ketiga-tiganya itu adalah laki-laki. Kami biasa dipanggil Three Brother atau tiga bersaudara.
Kakakku yang pertama bernama Latiful Rusdhiy Wahyu Hidayat dan kakakku yang
kedua bernama Saiful Arifin Wahyu Wibowo. Di nama kami terdapat kata Wahyu
semua, dulu aku kira itu adalah nama Marga seperti di film Naruto. Contohnya
marga Uchiha yaitu Uchiha Sasuke, Uchiha Itachi, Uchiha Madara dan lain-lain.
Tapi nama Wahyu itu ternyata bukan nama Marga karena dinama kedua orang tuaku
tidak ada nama Wahyu nya, ternyata nama Wahyu yang berada pada nama kami itu
hanyalah sebuah nama sebuah cerita.
Cerita
masa lalu saya tentang pendidikan yang berliku-liku dengan penuh tantangan dan
rintangan ini dimulai dari aku bersekolah TK di sebuah desa yang sangat jauh
dari rumahku. TK tersebut terletak di desa Kedungupit yang berjarak kurang
lebih 15 km dari rumahku. Aku sekolah disana karena Ibuku adalah seorang guru
yang mengajar SD di desa tersebut. Setalah lulus dari TK aku masuk SD yang
diajar oleh Ibuku. Namun itu tidak bertahan lama, setelah naik kelas dua aku
keluar dari sana dan pindah ke SD N 5 Sragen untuk mendapatkan pendidikan yang
lebih baik. Namun sayangnya aku mengulanginya lagi dari kelas 1 karena umurku
belum genap 7 tahun. Di situ aku rasa waktu berjalan cepat dan tak terasa sudah
kelas 6. Saat itu juga aku pindah sekolah lagi. Mungkin itu adalah perbuatan
sia-sia karena kurang 1 tahun lulus SD harus pindah sekolah. Namun bagiku itu
adalah sebuah jalan terang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aku pindah ke
SD N 3 Sragen untuk mencari ilmu yang lebih dari sana. Setelah lulus dari SD
aku masuk di R-SBI SMP N 5 Sragen. Iya, R-SBI itu Rintisan Sekolah Berstandar
Internasional yang sekarang telah dihapuskan oleh pemerintah. Aku adalah
angkatan pertama R-SBI jadi rasanya aku seperti kelinci percobaan pada waktu
itu, tapi lama kelamaan aku sadari bahwa ini adalah jalan terbaik bagiku. Karena aku dapat
bertemu dengan orang-orang hebat disana. Setelah aku lulus aku masuk di SMA N 1
Sragen. Aku masuk di kelas Akselerasi yaitu kelas percepatan. Jadi sekolah SMA
yang seharusnya 3 tahun dipercepat menjadi 2 tahun. Semua itu berlangsung
sangat cepat seperti hari-hari masa lalu itu terrasa baru terjadi kemarin. To be continued.....
Oya kok sekarang blogku loadingnya lama ya -_-"
Penutup : "Semua itu bermakna, namun tidak semua dapat diungkapkan"
Selasa, 01 Januari 2013
Kenyataan dan Khayalan 4
Ternyata semak2 itu adalah sarang ulat, ulatnya berbulu, warnanya hitam, besarnya 10cm. pendek juga sih, tp lumayan. Langsung tak berapa lama kemudian, gatal2, kulit merah, mlentung2, rasanya panas. Sensasinya sangat dalam. Aku langsung pergi mencari obat tradisional yang ada dialam. Kucoba ambil daun kemangi lalu aku gosokkan ke kulitku yang gatal, hmmm....
Gak ngefek, tetap gatal.
Arrgggh...
Cari daun lagi, wah ada daun ******** langsung gosok...
AAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaAAAAAAAAAAAaa
tambah gatal daunya beracun..
Pake cara lain selain daun,, hmmm......... Aha aku ingat kakek dari kakek buyutku berkata "apabila kulitmu terkena ulat dan gatal-gatal pergi ke dokter". hmmmm... tp kan lagi surfifal di alam, Berfikir.. Dokter biasa memberi obat amocilin, amocilin itu terdapat pada tanaman apa ya??
Rasa obatnya pait, aku ambil setangkai bunga liar dan kurasakan dengan ujung lidahku.. hmm.. manis, aku coba dengan pangkal lidahku ternyata rasanya sama dengan obat yang biasa diberi oleh dokter.. Aku panggil teman2ku, untuk mencoba ramuan obat buatanku. Petik bunga tanaman itu dan gosokan ke kulit yang gatal,,,
30detik ramuanku langsung bereaksi. Sudah tidak gatal lagi.
Namun 30detiknya lagi gatalnya datang lagi. hah... terlanjur emosi pulang kerumah dulu, cari obat.
Setelah sembuh, lanjutkan petualangan. Siang-siang panas begini enaknya cari ikan dikali. Dikhayalanku air kalinya jernih tapi kenyataan berkata lain, Airnya kotor terkena limbah pabrik Gula. Menghayal airnya bersih banyak ikan, Tips dan Trick menangkap ikan secara alami, 1. Menggunakan tangan kosong =Air yg jernih klw menangkap ikan dengan tangan kosong mudah... 2. Menggunakan Tombak = Sedikit sulit, cz ada pembiasan cahaya... 3. Karena g dapt2, pake cara ini nih... Paling ampuh... Pake Setrum.... zzzZZZ mati semua ikan nya... Saatnya bakar2, kali ini aku bawa korek api biar g kelamaan bwt apinya... Ikan yg kusetrum ada ikan Gabus, Wader, Lele, Kakap, Gurame, Arwana, Lohan, Emas, Perak, Intan, Berlian, dll... Aduh... Perut sudah kenyang...
Tidur-tiduran di bawah pohon jambu
Jambunya besar tapi palsu
Sambil melihat langit Biru
Membanyangkan masa kecilku
Aku sekarang menceritakan saat aku masih kecil dahulu yang sedang membanyangkan aku yang lebih masih kecil dari yang aku ceritakan sekarang ini, Jadi dulu yang dulu Saat aku masih kecil tanpa beban melewati hari yang menyenangkan di Khayalanku... Hidup ini penuh dengan liku-lika... Aku berumur 5 tahun lalu tumbuh menjadi umur 6 tahun dan tumbuh menjadi sekarang ini, tak kukira waktu ini berjalan dengan cepat. Aku teringat saat aku..... Brukkk... Huh... Sial sekali... Ada jambu jatuh mengenai ku...
Hah... lanjutkan petualang...
Bersihkan baju, sing2kan lagu, badan tegak dan berteriak Ayo Main!!!
Permainan daerahku yang aku mainkan kali ini adalah Dog2an...
Taukah kamu apa itu dog2an... Pasti kalian sangka tentang Anjingkan?? ada seorang jadi anjingnya dan mengejar yang lain...
Tapi itu salah,,, Dog2an itu dari endog = telur
Ini dia sistem permainannya
1. Ada sebuah lingakaran sebesar +- 2 meter
2. 1 Orang didalam lingkaran(menjga telur2 yang ada didalam lingkaran)
3. Yang lainya berusaha mengambil telur2 itu yg dijatah 3 telur/org
4. Tpi apabila tersentuh oleh penjaga, org tsbt jadi penjaga & telur yg sudah didapatkan dikembalikan ke lingkaran lagi.
5. Apabila semua sudah dapat 3 telur, penjaga sikep/merem/tidak melihat dan menghitung. Yang lainya menyembunyikan telur2 mereka diseatu tempat
6. Penjaga mencari telur2 itu. Jika tidak berhasil menemukan ya jadi penjaga telur lagi
NB : telur bisa menggunakan batu bulat, atw bata yang berdiameter +- 10cm
Home pimp ahH alai cumb game brenk...
Permainan dimulai, saat temanku menjaga telur tiba2 kejadian aneh muncul. Telur yang dijaganya pecah dan lahirlah
Permainan dimulai, saat temanku menjaga telur tiba2 kejadian aneh muncul. Telur yang dijaganya pecah dan lahirlah
To be continued.....
Kamis, 24 Februari 2011
Kenyataan dan Khayalan 3
Wah karena capek tidur dulu...
Keesokan harinya...
Surfifal Dialam
Akhirnya temanku yang cidera sekarang sudah sembuh dan siap melanjutkan petualangan yang menghadang.
Sebelum survival persiapan dulu
Bawa baju dan celana, trz payung untuk jaga-jaga kalau hujan.
bawa pisau juga, biar tambah asik nyeker(no sandal).
berangkat... eh, kenapa bawa payung ya??? kan surfifal.
kami mulai melangkah dari rumahku berjalan menyusuri jalan setapak, jalanya terjal, banyak tanjakan, kadang juga turun. Sambil melihat-lihat sekitar kami mencari buah yang bisa dimakan. Kami melihat pohon jambu yang tampak dikejauhan. Mendekat dan terus mendekat,,, ternyata pohonnya tak bebuah.. Jadi yang kami lihat tadi hanya fatamurgana.. hayalan kami karena perut sudah lapar. Cara bertahan hidup dialam adalah satu yaitu harus makan. Tak ada jambu, pohong(singkong) pun jadi. Ssssst... diam ada yang punya lagi melihat-lihat kebunnya..
Tunggu sebentar...
Sudah pergi.. saatnya beraksi, klw pohon pohong(singkong) langsung diambil pasti ketahuan soalnya tanahnya rusak pohonnya hilang. Kami mempunyai cara tersendiri dalam mengambilnya. Yaitu dengan cara menggali tanah di samping pohon, sampai kelihatan akarnya(pohong) diambil, lalu tutup lgi galiannya. Pohonya masih utuh, jdi yang punya kebun gak curiga. Wwkwkwk... Sekarang kumpulkan bahan-bahan untuk membuat api dan membuat rumah. Kamu cari ranting yang mudah terbakar, kamu cari kayu yang kuat buat mendirikan rumah, kamu cari daun pisang untuk atap, kamu cari tali dari pelepah pisang, kamu cari api untuk bakar pohong, kamu cari air untuk minum. OK...
Aku tinggal duduk... karena aku kan ketua kelompok... Setelah semua terkumpul ini baru tugasku, dengan keterampilanku, aku membuat rumah...
Beberapa detik kemudian..
Sudah jadi, sekarang membuat api... Dengan memnfaatkan kekayaan alam kita bisa membuat api. Menggesekkan dua batu sihingga menimbulkan percikan dan jadi api.
Beberapa menit kemudian, belum bisa susah ternyata..
Beberapa jam kemudian, tetep belum bisa.
Beberapa hari kemudian, ets keburu lapar ambil korek api dari rumah dulu kan jaraknya 10meter dari rumah. Akhirnya api sudah menyala, bakr pohongnya. karena lama tidur dulu dirumah yang telah dibuat.
Waaa... gosong.. walaupun gosong tetep enak pohongnya. Matahari mulai naik keatas, kami melanjutkan perjalanan tanpa tujuan. Pokoknya terus maju, hadapi rintangan jalani cobaan tanpa melihat jalan. Masuk ke semak2 mencari perlindungan dari binatang buas. Temanku berteriak melihat binatang, APA??? tak ada binatang besar yang datang, ternyata semak2 yang dijadikan tempat pertahanan ini adalah sarang
TO be Continued...
Selasa, 15 Februari 2011
Kenyataan dan Khayalan 2
Kami berhenti direli 7, diatas reli aku terdiam dan berfikir apa yang harus aku lakukan... Melihat luka temanku yang parah dan memar kemerah-merahan(gosong), aku mendapat ide untuk kembali pulang. Sebelumnya, aku menyayat tebu dahulu agar terpisah dari kulitnya lalu tebu itu aku........
aku.............
aku................
aku makan, rasanya enak, manis, asam, sedikit asin.... tapi banyak manisnya sih. Setelah menghabiskan beberapa tebu(kira-kira 5 batang) aku dan teman2ku bersiap untuk melompat kembali ke reli 1 dan pulang. Ternyata musuh bebuyutan kami belum menyerah, dia menunggu dibawah reli 6. Saat aku sampai di reli 6, kami merunduk. Satpam itu melempari kami dengan potongan tebu....
Beberapa detik kemudian...
Ada sekelompok orang direli 5 terlihat oleh satpam mencuri tebu dan merusak ikatan tebu dan menjatuhkannya(ngorak-arik) direli 5. Sekelompok orang itu mengalihkan perhatian satpam itu, sekarang yang diincar bukan kami. Haha :D Langsung melompat kembali pulang, eh sebentar... karena aku kasihan kepada temanku yang luka tertembak aku persilahkan untuk naik melewati tembok terlebih dahulu. Kasihan dia tak disangka di balik tembok ada jebakan yang dipasang oleh satpam penjaga. Pecahan kaca(beling) ditebarkan di balik tembok. Mungkin ini hari buruknya... :D dengan merintih kesakitan dia berjalan,
sambil menahan rasa sakit dihatinya.
Kakinya berdarah mengalir pelan.... dan sangat pelan.
hingga kadang tak menjelang...
tak apalah teman. aku membawakan oleh-oleh seikat tebu untukmu, walaupun itu tebumu kan yang membawa aku.. dan kuberikaan kepadamu.
Hari berikutnya...
Anggota kelompokku Absen 1 gara2 cidera kemarin melawan Belanda. Sekarang sing2kan baju buat barisan untuk balas dendam, misi kali ini untuk bersenang-senang. jadi,,, balas dendam kepada musuh bebuyutan lain kali saja.
Misi hari ini :
Tujuan : Bersenang-senang
Caranya : Bermain sepuasnya
Permainan : Bak sodor, Jarak pentil, Betengan, Bal2an, penekan, pit2an, futsal, boi-boinan, Delikan, Sudahmanda, Bentik, Survivel dialam(kebon), dll yang penting menyenangkan. Sebelum bermain aku plokrasamikan
- Kami anak modjo dengan ini menjatakan Permainan Ini.
- Hal-hal jang mengenai cara permainan d.l.l., diselenggarakan
- dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
- (karena waktu cuma 24jam jadi sulit memainkan semua permainannya)
- Modjo, hari=loepa boelan=loepa boelan apa?? tahoen= kayaknya tahoen 2000
- Atas nama saya
- Saiful/Afandi
Setelah semua permainan dilakukan...
Capek
To be Continued...
Jumat, 11 Februari 2011
Kenyataan dan Khayalan
Di Pulau Jawa, desa terpencil Mojo. Mojo Kulon tepatnya aku tinggal. Masa kecilku yang sangat mengesankan bagiku, ingin rasanya mengulang masa indah itu. Dimulai dari pagi hari aku bermain dengan teman-temanku dilapangan sepak bola yang berlumpur. Aku menendang bola dengan sekuat tenaga, namun apa yang terjadi?? Bola itu diam, ternyata yang ku tendang kolam lumpur dan mengarah ke wajah temanku. Dia marah kepadaku, dia melempar lumpur kewajahku. Dia tak marah lagi ketika dia melihat wajahku yang penuh lumpur. Sambil tertawa aku membalasnya, akhirnya kami perang lempar lumpur. Setelah lelah bermain kami mencuri mangga di Perumahan belakang lapangan, tapi mungkin bisa dikatakan mencari bukan mencuri. Karena itu sudah biasa dilakukan dikampungku. Apa kau tau teman bagaimana aku mencari mangga itu?? Aku melempar mangga itu dengan batu, namun pencurian mangga kami tidak berhasil. Ada satpam yang mengetahui operasi kami, kami langsung bersembunyi. Sepedaku terancam hilang diambil satpam penjaga perumahan, dia menganggkat sepedaku dengan tangan kirinya sambil menggunanakan motor. Untungnya satpam itu menjatuhkan sepedaku karena dia tidak kuat mengangkatnya lagi. Kami melarikan diri sambil mengejek satpam itu, dia berteriak kepada kami “A_u”. Karena Operasi Pencurian Mangga itu gagal, Kami melanjutkan Operasi selanjutnya. Pencurian Tebu disebuah Pabrik Gula. Itu yang paling seru. Melewati tembok berduri , dengan penjagaan satpam pabrik. Satpam Pabrik biasa disebut SB (SeBe ), itu berawal dari zaman belanda karena pabrik itu peninggalan belanda. Saptam Babrik panggilannya yang terucap dari mulut orang jawa. Mereka menyingkatnya menjadi SB. Tebu diangkut dengan kereta yang disebut reli, ada 14 jalur reli di Pabrik PG MOJO. Reli itu didorong dengan traktor. didalam jalur-jalur reli ada sebuah misteri. Ada sebuah yang cukup besar diantara reli 12-13, kalau gak salah sih... batu itu katanya keramat bisa berpindah tempat. Oy mencuri tebu dilanjutkan, pertama siapkan alat berburu tebu. Pisau dan tali dijadikan bekal untuk berperang. Musuh utama kami adalah Satpam. Dia membawa pistol yang berisi kapur, apabila terkena tembakannya dapat terluka parah. Lihat kanan-kiri sebelum menyebrang jalan. Lihat kanan-kiri pastikan selalu aman. Naik pagar dan lompat, di reli 1 kami disambut Satpam dari arah jam 3 jauhnya 100meter. Dia mendekat, aku pun naik memanjat reli. Melompat dari reli 1 ke reli 2 dengan jarak 1meter. Melompat terus sampai reli 7 aku berhenti. Temanku berteriak, dia tertembak.
To Be Continued...
Langganan:
Postingan (Atom)
